Oleh: anakshalihcom | Januari 29, 2008

Diantara Akhlaq Rasul yang Mulia itu

  • Akhlak Rasulullah j adalah Al-Qur’an, Beliau membenci apa yang dibenci Al-Qur’an dan menyenangi apa yang disenangi oleh Al-Qur’an
  • Tidak dendam dan marah kepada seseorang kecuali jika melakukan hal-hal yang diharamkan Allah, sehingga kemarahannya hanya karena Allah Ta’ala.
  • Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan orang yang paling jujur ucapannya,
  • Paling memenuhi tanggungjawabnya
  • Paling lembut perangainya
  • Paling mulia pergaulannya
  • Lebih pemalu dari perawan pingitan
  • Rendah hati dan selalu berpikir
  • Tidak keji dan tidak pula pengutuk
  • Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi membalasnya dengan memberi maaf dan jabat tangan
  • Barangsiapa meminta sesuatu kebutuhan kepadanya maka tidak pernah ditolaknya, jika tidak ada maka dengan kata-kata yang halus dan tidak dengan hati kasar dan sikap keras
  • Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali jika bertentangan dengan kebenaran sehingga memotong pembicaraannnya dengan larangan atau berdiri
  • Tidak menganggap bohong kepada seseorang
  • Tidak dengki kepadanya dan tidak memintanya untuk bersumpah.
  • Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjaga tetangganya dan menghormati tamunya
  • Waktunya tidak pernah belalu tanpa beramal untuk Allah atau mengerjakan sesuatu yang harus dikerjakan
  • Cinta kepada optimisme dan benci kepada pesimisme
  • Jika ada dua pilihan maka beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memilih yang paling mudah di antara keduanya selama tidak merupakan dosa,
  • Senang menolong orang yang membutuhkan dan membantu orang yang teraniaya.
  • Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga senang kepada sahabat-sahabatnya, bermusyawarah dengan mereka
  • Mengunjungi orang sakit
  • Mendo’akan yang meninggal
  • Menerima alasan orang yang udzur kepadanya.
  • Baginya, orang yang kuat dan orang yang lemah mempunyai hak yang sama,
  • Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga berbicara, jika orang menghitung pembicaraannya tentu akan dapat menghitungnya karena jelas dan pelannya.
  • Di samping itu, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bergurau dan tidak pernah mengucapkan kecuali kebenaran.

Kategori